Tampilkan postingan dengan label HARDWARE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HARDWARE. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Oktober 2017

Wow, Kartu Grafis Kustom Gigabyte Radeon RX Vega 64 GAMING OC Muncul Sebelum Diumumkan

Di balik kehebatannya, tenyata ada satu-satunya keluhan yang muncul saat peluncuran kartu grafis asli AMD Radeon RX Vega yang terletak pada pendingin referensinya yang kabarnya memiliki kinerja yang lemah. Menyadari hal itu, tampaknya tak mengurangi sedikitpun niat salah satu mitra setia AMD, yaitu Gigabyte, untuk terus mempersiapkan model kartu grafis kustom unggulan terbarunya mendatang yang didasarkan pada keberadaan teknologi yang diusung oleh Radeon RX Vega 64 tersebut.


Varian Vega 64 terbaru mendatang besutan Gigabyte ini, tidak hanya dipersenjatai dua kipas besar, tapi keseluruhan chassis yang dihadirkannyapun terbilang berukuran besar. Kartu grafis Gigabyte Radeon RX Vega 64 GAMING OC ini jauh lebih panjang daripada desain referensi (1-1,5 “), atapun desain referensi (~ 0.5”) yang ada. 

Menariknya, Gigabyte kabarnya menempuh rute non-standar dengan konfigurasi tampilan. Dan bahkan demi mengakomodir dukungan DVI yang ada, Gigabyte kabarnya telah menempatkan 3x HDMI dan 3x DisplayPort pada bagian belakangnya. Sayangnya, tidak tampak kalau ada gambar saat ini yang benar-benar menunjukkan konfigurasi itu, tapi apakah hal tersebut adalah langkah yang menarik ataukah mungkin terlambat? namun entahlah, ya yang pasti semua ini pada dasarnya membutuhkan adaptor DVI yang kemungkinan juga akan disertakan dalam setiap kemasan produknya.

 Mengingat kartu grafis GAMING OC tersebut belum diumumkan secara resmi oleh Gigabyte, maka rincian informasi terkait spesifikasi, kinerja pendinginan, ketersediaan dan harga sayangnya masih belum diketahui sejauh ini.

Gigabyte Aorus X9, Laptop Gaming Max-Q 17,3 Inci Dengan Dual GTX 1070 SLI & Keyboard Mekanis Sejati

Beralihnya desain laptop gaming ke konsep Max-Q dari Nvidia yang lebih tipis tampaknya semakin memperlihatkan tren perubahan kebutuhan konsumen yang semakin diantisipasi oleh sejumlah produsen akhir-akhir ini. Salah satu produsen yang begitu konsen akan hal itu, yaitu Gigabyte, dikabarkan baru saja mengungkap laptop gaming Aorus X9 terbarunya yang mengandalkan usungan grafis dual GTX 1070 SLI dan prosesor Intel Core i7 Kaby Lake yang dapat dioverclock.

Laptop baru ini memiliki prosesor Intel Core i7-7820HK, dengan core yang tidak terkunci untuk overclocking mobile. Sedangkan untuk dukungan grafisnya, tersedia kartu grafis Dual GeForce GTX 1070 melengkapi pilihan Anda yang dapat dikolaborasikan bersama panel layar IPS 17,3″ 4K (3840 x 2160) dengan akurasi warna Adobe RGB 100% atau panel layar 120Hz 17,3″ 3K (2560 x 1440) dengan waktu respons 5ms. 

Di sisi dukungan memorinya, Anda dapat melengkapi Aorus X9 ini dengan pilihan memori DDR4-2400 yang berkapasitas hingga 64GB (4x16GB). Sedangkan untuk solusi jitu penyimpanannya, Gigabyte tampaknya telah mengetahui betul kebutuhan para penggunanya sehingga disodorkanlah pilihan media penyimpanan yang berupa dua SSD PCIe M2 512GB dan juga hardisk berkapasitas hingga 2TB.


Gigabyte mengklaim Aorus X9 terbaru ini sebagai model laptop gaming tertipis di dunia yang memiliki keyboard mekanis “sejati” dengan dukungan dual GTX 1070 di SLI. Khusus untuk dukungan keyboardnya, terdapat switch brown mekanis (yang mana Gigabyte tampak mengisyaratkan kalau Cherry sebagai pabrikannya) yang dilengkapi dengan backlighting Aorus RGB Fusion. Tak hanya itu saja, pihak Gigabyte juga tampak menyoroti keberadaan desain pendingin quad-fan termasuk lightbar RGB dan pencahayaan chassis, yang memberikan Aorus X9 kombinasi kepraktisan dan gaya.

Spesifikasi lengkap (termasuk konektivitas USB dan jaringan) laptop gaming Gigabyte Aorus X9 masih belum diketahui sejauh ini, namun begitu Gigabyte tampaknya telah menjanjikan kalau setidaknya ada dua model (dengan dukungan penyimpanan berbeda) yang bakal segera sambangi pasaran Amerika Serikat sebelum akhir Oktober. Gigabyte Aorus X9 dengan dukungan SSD M.2 PCIe 512GB dibanderol seharga $3.649 (± 49,3 jutaan rupiah), sedangkan model eksklusif Newegg Gigabyte Aorus X9 dengan dukungan dua SSD M.2 512GB (RAID 0) dibanderol sebesar $ 3.799 (± 51,3 jutaan rupiah).


Rabu, 11 Oktober 2017

Motherboard MSI X399 SLI Plus Threadripper Untuk Kalangan Profesional

Kabar gembira bagi para profesional khususnya desainer konten dimanapun berada, pasalnya baru-baru ini telah hadir motherboard X399 SLI Plus terbaru besutan MSI dengan banyak pilihan konektivitas mumpuni yang sangat dibutuhkan untuk menunjang kelancaran segala pekerjaannya


Motherboard yang kompatibel dengan Threadripper ini memiliki delapan slot DIMM dengan dukungan memori DDR4 quad-channel 3.300MHz (OC) berkapasitas hingga 128GB. Selain itu, MSI X399 SLI Plus ini juga telah dilengkapi dengan empat slot PCI-E x16, dua di antaranya dilengkapi dengan MSI “Steel Armor” yang melindungi kartu grafis Anda dari pembengkokan dan EMI.

Dukungan tiga slot Turbo M.2 dengan perisai panas (heat shield) built-in, desain daya digital sepenuhnya, heavy plated heatsinks, dan kontroler Lighting ASmedia 3142 USB 3.1 Gen2 seakan menambah kehandalan sosok motherboard yang satu ini. Sedangkan fitur pendukung lainnya, termasuk Intel GbE LAN, Audio Boost 4, generator jam eksternal MSI Engine 2 eksternal, dan tombol Clear CMOS dan Flashback+ pada panel I/O belakang, juga turut melengkapinya.

MSI X399 SLI Plus dilengkapi dengan penerangan lampu LED R Light Mystic pada penutup I / O dan heatsink chipset agar penggunanya dapat menyesuaikan tampilan sistemnya dengan 17 efek pencahayaan yang dapat dikontrol melalui aplikasi Mystic Light Sync

Sementara rincian tentang harga dan ketersediaannya sendiri, sayang tidak tersedia pada saat press release-nya.

Rabu, 13 September 2017

G.Skill Kembali Hadirkan Memori DDR4-4600 Trident Z Series Terbaru Untuk Rig Berbasis Intel Kaby Lake-X

Tak hanya sebatas produsen PC yang terkena imbas antisipasi kehadiran prosesor Intel Kaby Lake-X, G.Skill yang notabene sebagai salah satu produsen memori pun kabarnya juga ikut-ikutan terkena imbas antisipasi tersebut seiring digelontorkannya sebuah model kit RAM DDR4-4600MHx CL19 Trident Z Series unggulan terbarunya yang dibangun menggunakan komponen Samsung B-die IC berkualitas tinggi terpilih yang akan ditujukan untuk mendukung rig berbasis Intel Kaby Lake-X Series.


G.Skill sendiri menawarkan RAM dalam dua variasi warna pilihan berbeda yaitu dengan satu yang menampilkan bodi perak dengan aksen putih dan satu yang lainnya dengan bodi hitam dengan aksen hitam. Satu-satunya cara untuk mendapatkan kehebatan DDR4-4600MHz ini adalah dengan menggunakan nitrogen cair untuk solusi pendinginannya.






Memory timing diklaim CL19-23-23-43 pada asupan 1.5V. memori kit DDR4-4600MHz Trident Z Series terbaru ini terdiri dari sepasang modul 8GB untuk total memori 16GB. Tangkapan layar memori yang menjalankan tes stres pada sistem uji motherboard ASRock X299 OC Formula dengan dukungan prosesor Kaby Lake-X Core i7-7740X menunjukkan kalau pengoperasian dapat berjalan dengan stabil. Hadir dengan dukungan Intel XMP 2.0, memori G.Skill terbaru ini kabarnya akan segera diluncurkan pada akhir September. Meskipun belum diumumkan secara resmi, namun harga yang ditawarkan diharapkan tidak terlalu mahal.


Zotac Gulirkan Mini-PC Zbox M Series Terbaru



Tibalah giliran bagi Zotac yang lebih dikenal sebagai raksasa small form factor PC di dunia untuk unjuk gigi dalam menghadirkan tambahan model mini PC terbarunya pada keberadaan jajaran Zbox M Series yang menjadi unggulannya saat ini






Meskipun hanya memiliki ukuran 184x72x184mm, namun tak menghalangi mini PC Zbox MI553 dipersenjatai dengan kekuatan prosesor Intel Core i5-7300HQ yang dapat beroperasi pada clock 2.5GHz dengan frekuensi turbo 3,5GHz. Di sisi memori tersedia dukungan dua slot SODIMM yang dapat menampung hingga 32GB memori dual-channel DDR4-2400, sedangkan di sisi dukungan grafisnya sendiri tampak lebih mempercayakan kepada kehandalan chip Intel HD 630 yang konon sanggup menyediakan resolusi hingga 4096×2160 piksel @ 60Hz dengan menggunakan konektor DisplayPort 1.2 atau menghadirkan tampilan 3840×2160 piksel @ 60Hz dari output HDMI 2.0 yang ada.





Selain memiliki dukungan Optane Memory-ready, dua slot SSD M.2 dan single slot hardisk SATA 2,5 ” 6Gbps di dalamnya, mini PC Zotac terbaru ini juga dilengkapi sejumlah fitur pendukung handal, seperti konektivitas Thunderbolt 3, port USB 3.1 tipe C depan, HDMI dan Mini DisplayPorts, Ethernet kabel gigabit, Wi-Fi 802.11ac, Bluetooth 4.1, dan empat port USB 3.0. Dengan menekan dua tab di bagian belakang sasis dan mengangkat bagian atas, membuat akses ke bagian dalam unit menjadi begitu sederhana. Tak hanya soal perawatan yang dapat dilakukan secara lebih cepat dan mudah, namun pengguna yang ingin melakukan proses upgrade pun kabarnya juga dapat diakomodir dengan konsep desain Zotac yang satu ini.

Zbox MI553 adalah solusi barebones yang memungkinkan pengguna akhir memilih dan memilih pilihan memori dan penyimpanan yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Sedangkan MI553 Plus adalah PC mini lengkap dengan memori DDR4 4GB dan SSD SATA 120GB M.2 yang telah terpasang sebelumnya






Nintendo Belum Mau Adopsi Teknologi VR, Kenapa?


Di tengah maraknya Virtual Reality (VR) dalam industri gim, Nintendo belum juga mengadaptasi teknologi ini. Padahal rival mereka yaitu Sony dan Microsoft sedang bersaing menghadirkan kualitas VR terbaik.

 Pada 2015, Presiden Nintendo Amerika Serikat Reggie Fils-Aime sempat ditanya mengenai kehadiran VR di konsol Nintendo. Kala itu ia masih mengkritisi teknologi VR yang belum sempurna.

“Kami percaya untuk mewujudkan VR yang canggih, kami harus membuatnya lebih seru dan digunakan banyak orang,” ujarnya kala itu seperti dikutip dari laman Gamespot, Senin (11/9/2017).

Selang dua tahun, pernyataan Fils-Aime belum berubah. Baru-baru ini ia mengisi sebuah acara teknologi dan hiburan di Los Angeles, Amerika. Ia mengatakan bahwa saat ini VR belum menghadirkan pengalaman bermain yang benar-benar menyenangkan. Fils-Aime bahkan menegaskan Nintendo belum berencana menghadirkan VR dalam waktu dekat.

Nintendo sebenarnya pernah menghadirkan mesin VR pada tahun 90-an. Sayangnya mesin yang diberi nama Virtual Boy itu kurang menarik perhatian dan membuat Nintendo tidak lagi mengembangkan VR.

Tidak menyerah, Nintendo mencoba cara lain. Hal ini terbukti dari teknologi spesial Nintendo 3DS yang memungkinkan gamer melihat tampilan 3D tanpa kacamata. Terobosan ini membuahkan hasil dengan penjualan 3DS sebanyak 67 juta unit di seluruh dunia.


Rabu, 06 September 2017

ORII Smart Ring Bakal Gantikan Smartphone Di Masa Depan?

Di era modern saat ini, manusia dapat berkomunikasi dengan orang lain yang berada di bagian bumi lainnya dengan mudah. Sejak ponsel mulai populer di kalangan masyarakat umum, alat komunikasi yang satu ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, dimana saat ini sudah bergeser ke era smartphone. Namun tampaknya ada kemungkinan jika smartphone bakal tergantikan oleh ORII Smart Ring di masa depan.
Jika saat ini kita harus menenteng ponsel atau smartphone sebagai alat komunikasi, tampaknya di masa depan kita hanya butuh sebuah cincin pintar yang memiliki fungsi layaknya sebuah ponsel. ORII Smart Ring berbeda dengan headset Bluetooth yang masih menggunakan speaker, cincin pintar ini menggunakan teknologi konduksi tulang untuk mengirimkan audio ke telinga Anda melalui jari.

Cara kerjanya cukup letakkan jari Anda pada bagian lunak telinga Anda dan tekan ke dalam, nantinya Anda dapat mendengar suara orang lain layaknya menggunakan ponsel. Bahkan kualitas audionya tetap baik meski di lingkungan yang bising. Karena bentuknya berupa cincin, tentu ORII mengutamakan kepraktisan dalam berkomunikasi.



Tak hanya bisa mendukung fashion Anda, ORII Smart Ring juga mendukung Google Asisten dan Siri. Hanya perlu menekan tombol kapasitif pada cincin untuk mengaktifkan asisten digital, kemudian sentuh telinga Anda seperti yang sudah dijelaskan di atas. Nantinya Anda bisa bertanya kepada asisten digital layaknya menggunakannya di smartphone. Dual microphone noise-canceling akan mengambil suara Anda dengan jelas. Baterai 50mAh pada cincin ini menawarkan waktu bicara hingga 1 jam dan 45 jam untuk standby. Cincin pintar ini juga memiliki rating IPX7 sehingga bisa bertahan dari cipratan air tapi tidak untuk perendaman di dalam air.

Jika pada laporan sebelumnya proyek ORII Smart Ring ini belum mencapai goal, kini proyek tersebut telah mencapai goal di Kickstarter. Harga ORII Smart Ring saat meluncur adalah $159 (Rp2,1 jutaan), namun bagi Anda yang ingin mendapatkan diskon masih bisa memesannya di Kickstarter sebelum unit dijual secara normal. Untuk pengirimannya diharapkan dapat dimulai pada bulan Februari 2018.